ASKEP DECOMPENSASI CORDIS PDF

A. Tujuan 1. Tujuan Umum Mampu melakukan asuhan keperawatan pada Tn. Z dengan Decompensasi Cordis di ruang ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. ASKEP CHF 2 – Download as Powerpoint Presentation .ppt /.pptx), PDF File . pdf), Text File .txt) or view presentation askep decompensasi Membuat Asuhan Keperawatan pada pasien 2. . Lk-Decomp-

Author: Zulkisar Vudorg
Country: Somalia
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 14 June 2011
Pages: 425
PDF File Size: 7.40 Mb
ePub File Size: 6.31 Mb
ISBN: 524-7-31580-285-2
Downloads: 79976
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Zulkigal

Laporan Pendahuluan Decompensasi Cordis. Laporan Pendahuluan Decompensasi Cordis Deskripsi lengkap. Askep Decompensasi Cordis askep decompensasi cordisFull description. Askep Decompensasi Cordis askep decompensasi cordis. Decomp Cordis asuhan keperawatan pada klien dengan decomp cordis. Asuhan Keperawatan Decomp Cordis. Decomp-Cordis ppt ku Full description.

Cortina – Ethica Cordis. ETIOLOGI Mekanisme fisiologis yang menyebabkan timbulnya dekompensasi kordis adalah keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal, beban akhir atau yang menurunkan kontraktilitas decoompensasi.

Keadaan yang meningkatkan beban awal seperti dwcompensasi aorta, dan cacat septum ventrikel.

Website tidak ditemukan

Beban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta atau hipertensi sistemik. Kontraktilitas miokardium dapat menurun pada infark miokard atau kardiomyopati. Faktor lain yang dapat menyebabkan jantung gagal sebagai pompa adalah gangguan pengisisan ventrikel stenosis katup atrioventrikulergangguan pada pengisian dan ejeksi ventrikel perikarditis konstriktif dan temponade jantung.

Dari seluruh penyebab tersebut diduga yang paling mungkin terjadi adalah pada setiap kondisi tersebut mengakibatkan pada gangguan penghantaran kalsium di dalam sarkomer, atau di dalam sistesis atau fungsi protein kontraktil Price.

Penyebab kegagalan vordis dikategori kepada tiga penyebab: Kerusakan langsung pada jantung berkurang kemampuan berkontraksiinfark myocarditis, myocarial fibrosis, aneurysma dscompensasi 2 2. Decompensasi cordis kanan Kegagalan venrikel kanan akibat bilik ini tidak mampu memeompa melawan tekanan yang naik pada sirkulasi pada paru-paru, berakibat vecompensasi kembali kedalam sirkulasi sistemik, peningkatan volume vena dan tekanan mendorong cairan keintertisiel masuk kedalam edema perier long, Kegagalan ini akibat jantung kanan tidak dapat khususnya ventrikel kanan tidak bisa berkontraksi dengan optimalterjadi bendungan diatrium kanan dan venakapa superior dan inferiordan tampak gejal yang ada adalah udemaperifer, hepatomegali, splenomegali, dan tampak nyata penurunan tekanan darah yang cepat.

Dan apabila tekanan hidristik pada di pembuluh kapiler meningkat melampui takanan osmotik plasma maka terjadinya edema perifer. Jantung tetapi tidak memiliki keluhan pd kegiatan sehari-hari II. Pasien dengan penyakit jantung yang menimbulkan hambtan aktivitas hanya sedikit, akan tetapi jika ada kegaiatn berlebih akan menimbulkan capek, berdebar, sesak serta angina III.

  2EME PRINCIPE DE LA THERMODYNAMIQUE PDF

Pasien dengan penyakit jantung dimana aktivitas jasmani sangat terbatas dan hanya merasa sehat jika beristirahat. Pasien dengan penyakit jantung yang sedikit saja bergerak langsung menimbulkan sesak nafas atau istirahat juga menimbulkan sesak nafas. Keluhan penderita berdasarkan tanda dan gejala klinis 2. Pemeriksaan fisik EKG untuk melihat ada tidaknya infark myocardial akut, dan guna mengkaji kompensaai sepperti hipertropi ventrikel 3.

Echocardiografi dapat membantu evaluasi miokard yang iskemik atau nekrotik pada penyakit jantung kotoner 4. Film X-ray thorak untuk melihat adanya kongesti pada paru dan pembesaran jantung 5. Konsep asuhan Keperawatan 1. Aktivitas dan Istirahat Gejala: Mengeluh lemah, cepat lelah, pusing, rasa berdenyut dan berdebar.

Mengeluh sulit tidur ortopneu, dispneu paroksimal nokturnal, nokturia, keringat malam hari. Takikardia, perubahan tekanan darah, pingsan karena kerja, takpineu, dispneu. Menyatakan memiliki riwayat demam reumatik hipertensi, kongenital: Getaran sistolik pada apek, bunyi jantung; S1 keras, pembukaan vecompensasi keras, takikardia. Irama tidak teratur; fibrilasi arterial. Takut akan kematian, keinginan mengakhiri hidup, merasa tidak berguna.

Mengeluh terjadi perubahan berat awkep, sering penggunaan diuretik. Edema umum, hepatomegali dan asistes, pernafasan payah dan bising terdengar krakela dan mengi. Mengeluh kesemutan, pusing Tanda: Mengeluh sesak, batuk menetap atau nokturnal. Takipneu, bunyi nafas; krekels, mengi, sputum berwarna bercak 9 darah, gelisah. Menanyakan tentang keadaan penyakitnya. Foto polos dada – Proyeksi A-P; konus pulmonalis menonjol, pinggang jantung hilang, cefalisasi arteria pulmonalis.

EKG Irama sinus atau atrium fibrilasi, gel. Kateterisasi jantung dan Sine Angiografi Didapatkan gradien tekanan antara atrium kiri dan ventrikel kiri pada saat distol. Selain itu dapat dideteksi derajat beratnya hipertensi pulmonal. Dengan mengetahui frekuensi denyut jantung, besar curah jantung serta gradien antara atrium kiri dan ventrikel kiri maka dapat dihitung luas katup mitral.

Kemungkinan diagnosa keperawatan 1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan pengisian ventrikel kiri, peningkatan atrium dan kongesti vena. Mengeluh sesak, kelelahan, keletihan. Resiko tinggi kelebihan volume cairan: Mengeluh badan terasa berat dan kemeng.

Askep Decompensasi Cordis

Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran arteri vena dengan keterlibatan katup mitral. Mengeluh lemah, cepat capek. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membram kapiler alveoli dan retensi cairan interstisiil. Mengeluh sesak nafas, batuk kering, tidak produktif dan kelelahan. Oedema pada ektremitas bawah, akral dingin, cyanosis. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplay dan demand oksigen.

Mengeluh sesak nafas, dispneu pada saat aktivitas. Keluar keringat dingin, nyeri dada, fibrilasi arterial. Resiko tinggi nyeri berhubungan dengan iskhemi jaringan miokard. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan status metabolik. Cemas berhubungan dengan penurunan status kesehatan dan situasi krisis. Mengelah tidak bisa tidur dan istirahat.

  AKTIVNI DIREKTORIJ PDF

Wajah nampak tegang, takikardi. Kurang pengetahuan tentang kondisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan informasi tentang penyakit katup jantung.

Gangguan pola nafas berhubungan peningkatan tekanan CO2. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan pengeluaran keringat berlebihan.

Mengeluh badan basah O: Gelisah, sering mengelap badan. Mengeluh mual, tidak nafsu makan. Makan hanya beberapa sendok, sediaan tidak habis. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh. Resiko tinggi konstipasi berhubungan dengan penurunan intake fiber dan penurunan bising usus.

Devompensasi pola tidur dan istirahat berhubungan dengan dispneu. Resiko tinggi penurunan tingkat askkep berhubungan dengan penurunan aliran darah ke otak. Resiko gangguan sensorik-motorik berhubungan dengan hipoksemia. Resiko terjadinya gagal ginjal akut berhubungan dengan penurunan aliran darah pada ginjal.

Resiko terjadinya kontraktur berhubungan pembatasan gerak, kelemahan. Resiko injury berhubungan pusing dan kelemahan. Analisa Data Data yang dikumpulkan dikelompokkan meliputi: Kerusakan pertukaran gas b.

Kaji kerja pernafasan frekwensi, iramabunyi dan dalamnya Untuk mengetahui tingkat efektivitas fungsi pertukaran gas. Koreksi kesimbangan asam basa 5. Beri dapat asidosis yang memperberat fungsi pernafasan. Cegah adkep dengan Meningkatkan ekpansi paru Kongesti yang berat akan memperburuk proses melatih batuk efektif dan perukaran nafas dalam berdampak pada timbulnya 7. Lakukan balance cairan gas sehingga hipoksia. Batasi intake cairan 9.

Eavluasi kongesti paru cordi radiografi Membantu terjadinya mencegah retensi cairan dengan menghambat ADH. Penurunan curah jantung b.

Askep Decompensasi Cordis – PDF Free Download

Stabilitas hemodinamik dapat dipertahanakan dengan kriteria: Ukur parameter hemodinamik Untuk mengetahui perfusi darah di organ vital dan untuk mengetahui CVP sebagai PCWP, indikator peningkatan beban kerj a jantung 3.

Pantau EKG terutama frekwensi dan irama. Untuk mengetahui terjadi penurunan kontraktilitas yang mempengaruhi 4. Pantau bunyi jantung S-3 dan S-4 jika dapat curah jantung.

Untuk mengetahui tingkat gangguan pengisisna sistole 5. Pertahankan akses IV mengetahui perfusi jaringan di perifer Untuk maintenance jika 15 7.

Batasi Natrium dan air sewaktu terjadi kegawatan 8.